Tuesday, January 31, 2012

Mhendi


Kemarin temen gue yang bernama Rosalinda Nur Fitri (biasa dipanggil ocha) dateng ke rumah gue. Main main gitu deh ceritanya.

Intermezzo: Jangan tertipu sama namanya dia yang agak2 ke-spanyol-an, kalo kata dia, mendengar kata Rosalinda, jangan sekali-kali berpikir bahwa ia adalah seorang gadis cantik bak Rosalinda si penjual bunga (ayamor.. aww!) yang pernah ditayangkan di salah satu stasiun TV lokal.


Lanjut.. haha..

Cerita eh punya cerita, tu anak lagi kesambet roh pacar (bukan sembarang pacar yang punya jenis kelamin, tapi ini pacar yang sering dipake di atas kuku jari teman-teman semua). Ya! si Ocha ceritanya dapat oleh2 dari Mekah beruba pacar India gitu deh (kayaknya sih gitu)

Yo wes lah, gue lagi imbisil depan laptop, dia lagi imbisil nundukin kepala madep ke kuku nya dan berkali-kali bilang "ah seneng deh warna pacarnya bagus, merah gitu" bla bla bla.

Terus tiba-tiba gue iseng buat nyari gambar mhendi di oma google. Mhendi tau g? Itu tuh salah satu bentuk seni lukis khas India yang menggunakan tangan sebagai media lukisnya.

Akhirnya ada di satu waktu dengan sotoynya gue menawarkan dia untuk gue bikinin mhendi.
Menyadari hal itu kemudian si Ocha terperanjatlah dari tempat duduk langsung nyamperin gue (lebay banget hahaha g terperanjat juga sih) dan mulailah kita berdua untuk memilah milih gambar yang pas untuk di adaptasi di kulit tangan si neng Ocha.

Terpililah satu gambar mhendi yang simple tapi lucu. Namun (jie elah namun.. biasa ngomong tapi juga) ketika gue minta tangan dia buat di mhendi-in, si Ocha memberikan ekspresi ragu dan menyarankan gue buat ngemhendi-in tanganya di lengan dia. (Mungkin karena melihat track record gue yang g pernah ikutan lomba melukis sepanjang karir gue di SMA kali ya, jadinya dia rada takut gitu klo percobaan pertama langsung di tangan dia).

Yauds, gue gambarin di lengannya dia dan akhrinya..




Dia minta di gambarin lagi -_____________-"
dan sekarang di kedua tangannya diaa..





Sepulangnya dari rumah gue, tak henti2nya neng Ocha mendendangkan lagu "mhendi.. oh mhendi.." nya Chori-chori Chupke Chupke. Tahu ga? Itu tuh film India yang bintangnya Salman Khan, Rani Mukherjee dan Pretty Zinta -____-"




Dan dia sempat meragain adegan si Pretty Zinta yang menengadahkan telapak tangannya buat nampungin air mata yang jatuh lewat kedua pipi si doi lagih! Itu tuh, yang adegan si Pretty Zinta ama Rani Mukherjee lagi 7 bulanan, kan mereka ceritanya lagi hamil tuh. eaaaaaaaaa penting banget g sih hahahaa :p

Thursday, January 19, 2012

Karma/Cobaan


Again, you can't connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life. - Steve Jobs

How people treat you is their karma; how you react is yours. - Wayne Dyer

Lagi-lagi..
Gatel banget gue mau ngomongin masalah karma.
Temen-temen sekalian pernah g dapat karma? atau pernah gak dibela sama karma? dalam artian berarti kalian ada dipihak yang dirugikan dan akhirnya pihak yang merugikan mendapatkan karma yang setimpal?
Gue? pernah. Dua-duanyaa..

Menurut gue, karma bisa dalam bentuk apa saja. Biasanya sih untuk suatu tindakan karmanya juga berupa tindakan, tapi g menutup kemungkinan karma itu bisa dalam bentuk lain atau bisa dikatakan sebagai ujian.
Berhubung gue percaya sama keberadaan Tuhan sebagai dzat yang mengontrol alam semesta, jadi bentuk karma/cobaan yang bisa didapat itu bukan hanya dlm tindakan, mungkin kerusakan moral, galau akademis, dsb.

Atau temen-temen mungkin pernah denger sahabat atau kerabat yang bilang:
"Iya nih, jarang ibadah kali gue ya, jadi cobaannya begini deh." (dihiasi muka mesem karena abis kehilangan barang), atau

"Iya sih, akhir-akhir ini gue jarang sholat gitu!" (sambil meratapi nilai UTS yang jauh dari harapan)

Apakah itu bisa disebut karma? atau cobaan?
Karma karena pernah lupa sama Tuhan? atau sebuah cobaan yang memang harus dibayar karena ketidakdisiplinan moral terhadap Tuhan? atau memang sebuah cobaan untuk naik satu tingkat perihal keimanan seseorang?
You may freely choose what the answer is.

Jujur, ketika gue mendapatkan atau melihat sebuah karma, gue langsung termotivasi untuk mencoba menjadi lebih baik (tapi kayaknya saat itu aja kayaknya hahha)
tapi bener deh, gue jadi termotivasi untuk mikir lagi kebelakang, apa yang telah gue lakukan ampe gue dpt karma kayak gitu? atau apa yang dia/mereka/kamu lakukan ampe dia/mereka/kamu dpt karma kayak gitu?
hasilnya? Biasanya gue jadi bisa lebih mikir untuk tidak mengulangi perbuatan yang bisa memicu karma.

Monday, January 16, 2012

Pantai Sawarna - Review

Tujuan: Pantai Sawarna
Bermalam di Homestay Widi
Berangkat: Sabtu, 14 Januari 2011, 11.30
Tiba: Sabtu, 14 Januari 2011, 22.40
Jalur: Jakarta-Serpong-Rangkas Bitung-Lebak-Bayah
Kendaraan: Bikun non-ac









Tantjap gasssssss~

PROLOG
Kami segenap panitia Bedah Kampus UI 2011 hendak melakukan pembubaran panitia di Pantai Sawarna macem Farewell Party lah. Pantai Sawarna termasuk di dalam rangkaian pantai yang terletak di Selatan Indonesia, jadi mungkin ada beberapa teori yang tidak memperbolehkan kita untuk memakai baju hijau dan berenang di lautan lepas. (gak usah disebut kali ya kenapa haha) tapi ternyata mitos itu g bener kok!
Kenapa eh kenapa?
Karena Troopers waktu berangkat ke Sawarna dress codenya warna hijau.



Perjalanan ditempuh selama hampir 12 jam. Ini dikarenakan jalur yang kita pilih untuk mencapai Banten Selatan sangatlah istimewa -__-"
Kalo dipikir-pikir gak papa sih karena vitalitas Bikun non-ac yang macem ini tidak seprima bus-bus yang lain. Jadi mungkin supir lebih memilih jalan yang berkontur aspal walaupun jarak yang ditempuh bisa dikira-kira sepanjang jakarta-yogya hahahhaa~

Pemandangan yang disuguhkan selama menempuh perjalanan ke pantai Sawarna sangat beragam, dimulai dari pemandangan disisi jalan tol-hutan karet-rumah warga yang masih terbuat dari anyaman bambu-sampai pemandangan anak-anak kambing yang masih pendek tapi gemuk (istilahnya montok gitu lah, iyalah makannya juga rumput terus, disana rumputnya banyak loh!) saking noraknya dan seringnya kita berpandang-pandangan dengan hutan, pas ketemu Ind*mart dan Alf*mart, Troopski langsung teriak "Peradaban!!" (norak lo pada -____-" hahaha).
Jujur kenorak-an kita beralasan sih, karena ya kayak tadi gue bilang, kita beneran kayak pacaran sama hutan, kanan kiri hutan, dan perjalanannya pun ketika kita cek di GPS masih sangat jauh kurang lebih 1/2 perjalanan kita padahal jam sudah menunjukkan 7 malam.

Berikut ini poto-poto yang diambil dari kamera temen gue, Vania Josica Chendawan.








Contour jalanan untuk mencapai Pantai Sawarna menurut gue sangat penuh dengan tantangan. Liat aja deh poto diatas, kalian bisa perhatiin ga kalo sebenernya jalanan yang ada pointernya itu adalah turunan curam? Alhasil pas cabs dari pantai Sawarna kita harus turun dari bikun buat mengurangi berat muatan dan kita harus berjalan sekitar 200 meteran buat naik bikun lagi. Tired indeed, but it was fun!




Ceritanya kita udah nyampe nih, jam udah menunjukkan 22.40 dan gara-gara telat (tadinya estimasi waktu cuma 6 jam) ya acara bakar2an pun batal, padahal macem sosis dan bakso udah disiapin loh! Sebelum tidur, kamipun berharap akan mendapatkan sunrise di Sawarna, tapi apa daya.. Bangun jam 4 pagi ternyata gerimis. So? Lanjur tidoooooooorr~

Pagi hari besoknya hari Minggu, gue dan beberapa temen gue memutuskan untuk ambil tindakan (kita g bisa begini terus, kita g bisa cuma tidur2 terus, kita g bisa kalah sama durasi berangkat yang mencapai 11 jam-an), sekitar jam 5.30 an kita cabs ke pantai dan bawa payung, wawwwwwwww~ walaupun agak mendung tapi sumpah keren cuyyy pantainya, worth it lah lama-lama di jalan.







Tim Troopers yang lain pun akhirnya bangun. Kami pergi menyusuri pantai Sawarna, Tanjung Layar, Laguna Pari dan Goa Laylay. Tips untuk kalian yang mau ke pantai Sawarna, selain body yang fit serta air minum, jangan lupa persiapkan sepatu gunung atau boots, karena untuk menyusuri Tanjung Layar kita akan dihadapkan dengan kondisi jalan yang berlumpur. Memakai sandal jepit sangat tidak dianjurkan, selain tidak cocok dengan contour jalan, bisa-bisa sandal kalian copot dan akhirnya ga bisa ngelanjutin perjalanan deh, sayang kannnn~ ?!

Ini Tanjung Layar nyaaaa~ :D




Perjalanan dilanjutkan ke Laguna Pari, kondisi Troopers udah bisa dikatakan telah mencapai tahap halusinasi melihat oasis air putih (baca: dehidrasi). Nah di sini nih bagian yang paling Ethnic Runaway banget hahahha~ Sepanjang jalan kita melihat banyak kelapa berjatuhan tapi otak belum konek juga. Akhirnya si Tama ngambil kelapa! Yoaa ngambil kelapa, dan ada batu karang juga, akhrinya dengan tenaga penuh yang tersisa Tama melempar kelapa itu ke arah batu karang dan seketika kelapa itupun terbuka! Air kelapa mengalir berontak minta diminum, Yo wis Tama, gue, Adin dan Tia pun menikmati air kelapa tersebut. Lumayan yah, cairan isotonik alami bahahahaha~

Saking ausnya, kalo ngeliat kelapa bawaannya mau ditampol ke arah karang bebatuan aja.




Huaaaa sayang banget gue g punya poto Laguna Pari nya, padahal spot yang paling ngebuat kita berpikir worth it perjalanan 11 jam itu ya di sini. Airnya bener2 bersih, pasir pun halus dan ga banyak sampah.
Oh ya, di sana juga ada warung-warung kecil, kalo mau beli air ukuran 1,5 liter harganya 6000,- Mahal yaa! Eits tapi harga segitu menurut gue worth it lah, perjalanan kesana aja makan biaya dan makan tenaga, wajar kalo penjualnya naikin harga :D

Kloter 1:
Pulang: 14.30
Tiba: 04.00

Kembali ke masalah bikun, 1,5 jam perjalanan pulang tiba2 bikun kami bannya pecah! Kondisinya emang fatal sih, pergantian kondisi udara yang dari dingin ke panas mungkin agak kaget buat ban bikun, selain udah botak ya dibayangin aja sendiri, kita aja yang manusia bisa sakit gara-gara pancaroba dan keadaan cuaca yang g jelas, ban bikun pun ternyata bisa begitu. Kasiaaannn :(
Disinilah kita kehilangan banyak waktu, tapi sekali lagi, kita sangat menikmati perjalanan ini. Kita sempat berhenti di tempat juragan ikan. Saking lamanya kita disana, bang juragan minta dipotoin hahahha~














Terima kasih untuk Troopers yang telah meluangkan waktunya untuk menghabiskan waktu bersama di pantai Sawarna. Walaupun cuaca di sana sedang tidak mendukung, tapi segenap hati kami sangat senang dengan atmosfir yang telah tercipta di antara kita.
Tak terasa kita pun telah menjadi satu keluarga, semoga keluarga ini akan terus berlanjut hingga hari esok dan selamanya :)
2 hari untuk selamanyaaaaaaa..


Thursday, January 12, 2012

HAPPY NEW YEAR 2012


HAPPY NEW YEAR 2012!!
(telat...)



There were a lot of memories (surely A LOT!) which have been colored my life along 2011.
Whatever it was, I hope for the next new year 2012, me and you guys can be a better person (simple but it's-so-last-year-resolution hahaha!).
I have a reason. For me, be a better person isn't that easy as it thought to be. I have to deal with my ego, my patience, my attitude and so on (and those are the hardest things to deal with) but I should try it!. Creating the right character as I want to be also isn't that easy because if you gotta want it best, you gonna fight for it.

Well, it's 2012.
Hoping-it-is-the-last-year-for-my-academic-thingies year has also successfully made me feel like I was student again whom keep studying, discovering, observing and learning something new.
With every up and down life, I learn lessons that made me even stronger.

(Yeah I know, it's still January 13th 2012) but honestly-to-the-max, I DID learn all my lessons till now.

Here are some videos which my friend and I made at new year's eve 2012. Enjoy it.

1. Three Japanese Girls Eat Shrimp Dumplings [FAIL]

2. Super Junior's Greeting [FAIL]

Happy New Year guys!
Wish all our resolutions will come true! :)

Thursday, January 5, 2012

Nasib Salak di Kereta Api

cr (pic): anneahira.com

Salak..
Ketika melihat atau mendengar kata 'salak', apa yang langsung terbenak di pikiran teman-teman??

Salak, salah satu buah yang menjadi favorit gue, kalau ada di rumah, bawaannya mau ngabisin aja nih buah, tapi yaa ketahan gara-gara inget kata-kata mama, "Inget ama yang lain oyy~"
-______-

Nah waktu itu gue pernah ngeposting masalah hal-hal luar biasa yang bisa gue dapat dari hidup bolak balik menggunakan kereta (baca: kuliah)
Kali ini gue gatel banget ngangkat tema salak karena ehem beberapa hari kemarin gue rajin banget naik ekonomi biasa (norak dikit sekarang maenannya AC, tatuuut ama malingggg~ :s)

Jangan sedih!!
Kalau lo g punya duit byk tapi lagi ngidam salak, lo bisa berkunjung ke kereta ekonomi jakarta-bogor/depok. Salak perbungkus versi kereta ada sekitar 6-7 (kalau gue g salah liat yee, sekitar segitu lah). Pertama yang pasti lo harus beli tiket dulu 1500 perak (InsyaAllah bisa lah yaa beli #eh) terus lo tunggu aja dah tuh beberapa menit, ntar juga ada abang-abang jualan salak teriak,

"Salak salak! 3000 atu, 5000 dua"

(sayang gue ga nemu gambar kemasan salak yang dijual di kereta)

Nah, biasanya banyak tuh yang beli, tapi g tahu kenapa ampe sekarang walaupun gue ngiler abis-abisan sama salak versi kereta, tetep aja gue g berani manggil tuh abang-abang karena alasan malu ama higienis. Malu karena takut orang-orang pada ngeliatin gue pas gue manggil tu abang salak, higienis karena gue curiga kenapa bisa murah banget itu salak 3000 perak, bukannya gue mau suudzon tapi gue emang takut beli apa apa di kereta, bayangin deh, 3000 perak kan termasuk murah, yang pasti abangnya udah ambil untung dong nah berarti harga aslinya berapa? Biasanya harga kan menentukan kualitas dan akhirnyaaaa~ (ambil kesimpulan sendiri-sendiri ya kawan! :D)

Tapi eh tapi, sebenarnya bukan itu sih yang mau gue omongin.

Intinya gue mau ngomongin masalah attitude yang beli salak.
Kebanyakan, bukan kebanyakan, tapi emang semua orang yang pernah gue liat beli Salak dan pernah gue tontonin gaya makannya, itu semua pada buang sampah salak di dalam kereta! Di lantainyaa!
Ekspresinya sama:
Ngebuka salak kayak mau merkosa orang, terus gigit dan nikmatin salak kayak orang kelaperan (ini sih khayalan gue yaa, emang suka lebay) tapi serius dah, abis mereka makan daging buahnya, alhasil mereka harus buang biji salaknya dong. Nah ekspresinya juga sama dan malah pake variasi pula.

1. Ada yang ngelepehin bijinya ke tangan dulu terus buang ke lantai kereta.
2. Ada yang ngelepehin kayak buang air liur (muuph :p) ke arah lantai kereta.
3. Ada yang ngelepehin bijinya ke tangan dulu terus buang ke jendela kereta (elus dada deh gue ckck)

Padahal satu hal yang gue perhatiin jugaa, mereka dikasih kantong kresek cuyyyy~
iyeeeeee, kantong kresek!
Gue bingung, sebenarnya apa sih yang salah ya sama orang-orang yang g mau mindahin sampahnya ke tempat yang aman dulu (kayak di kantong celana, kantong tas, atau kantong kresek) terus baru deh dibuang ke tempat sampah?!

Kan bisa ya kalo tu kantong kresek dijadiin medium perantara buat sampah-sampah salak tersebut sebelum masuk ke TPA -_______-"
Muka gue melar banget dah kalau udah ngeliat perilaku mereka.



Nah, temen-temen yang baca blog ini dan mungkin punya kerabat, kawan, kenalan, keluarga, ataupun hanya teman kecengan belaka, tolong deh yuk kita bantu untuk sosialisasikan gerakan "Kantong Kresek untuk Salak". Menurut gue, agak sayang aja itu abang-abang salak udah menyediakan anggaran lebih untuk kantong kresek, masa cuma buat ngebungkus salak? Heiiiiiii~ we are the now generation (kalo kata Trax FM) so, kita harus pinter muter otak buat REDUCE REUSE DAN RECYCLE. Kan kita bisa gunakan kantong tersebut buat hal-hal yang berguna seperti (kembali lagi ke-) gerakan "Kantong Kresek untuk Salak"

Kalo program ini terlaksana, kita bukan hanya membantu diri sendiri untuk mendisiplinkan dan meningkatkan iman (kebersihan sebagian dari iman) aja, tapi juga membantu negara untuk menciptakan stereotype yang baik terhadap warga Indonesia: Tidak membuang sampah sembarangan.


HIDUP SALAK!
HIDUP KANTONG KRESEK!
cr (pic): unikeuy.blogspot.com

Friday, December 30, 2011

Karakteristik Manusia Berdasarkan Golongan Darah


Actually, I've been thinking lately about people's characters.
How they act and express themselves is represent their characters.
Cheerful, Moody, Lazy, Diligent, etc.
Yesterday I met one of my best friend, Ade Ciptapratama. We shared things bout something called character.
I just found that he has a same blood type as mine, AB.

Here the link that I recently opened about character based on blood type. Sorry for the inconvenience, this link using Bahasa Indonesia as their language, and I just put the AB and A Blood type as an example hahaha~

http://www.kucoba.com/2011/12/karakter-sifat-orang-berdasarkan.html

3. Karakter Orang Bergolongan Darah AB
Orang dengan golongan darah AB susah dikelompokkan. Mereka dapat memiliki karakteristik di kedua ujung spektrum pada waktu bersamaan. Artinya, di satu sisi mereka pemalu, di sisi lain, sangat terbuka. Mereka dengan mudah mengubah satu sisi ke sisi yang lain. Mereka dapat dipercaya dan bertanggung jawab, namun tidak dapat bertanggung jawab jika terlalu banyak yang dituntut dari mereka. Mereka tidak keberatan membantu sepanjang sesuai dengan syarat mereka. Orang-orang dengan golongan darah ini sangat suka seni dan metafisika. AB juga dianggap sebagai tipe darah terburuk di Jepang. Mereka juga suka menentukan syarat sendiri dan berhak menggugurkannya jika tidak sesuai dengan harapan mereka. Mereka dikenal sangat sensitif dan penuh perhatian. Di Jepang, beberapa perusahaan membagi karyawan-karyawannya ke dalam kelompok kerja berdasarkan golongan darah, dan ironisnya, tidak seorang pun yang mau bekerjasama dengan kelompok golongan darah AB di Jepang ! (Jangan terlalu sedih buat yang di Indonesia ya).

Gaya Komunikasi dengan Orang Bergolongan Darah AB
Dengan karakter yang mudah berubah-ubah tergantung kondisi mood tertentu, orang-orang dengan golongan darah AB tentu masih dapat diambil ‘hatinya’ ketika kita berkomunikasi dengan mereka agar mencapai tujuan yang ingin kita raih. Gaya komunikasi yang perlu diterapkan adalah seperti tersebut di bawah ini:
  • Pertama-tama, ikuti dulu alur pembicaraan mereka.
  • Selanjutnya, berbicaralah secara tegas karena mereka mudah berubah-ubah.
  • Bicaralah tentang seni dan metafisika untuk memulai percakapan yang lebih panjang jika hal itu diinginkan.
  • Jika membuat janji, pastikan mereka memahaminya dan setuju.
  • Jangan ambil keputusan sepihak karena mereka termasuk orang yang suka menentukan sebuah keputusan secara sepihak. Diskusikanlah dengan sinergis.
  • Jangan terlalu banyak mengumbar kata dan janji karena mereka sulit mengingat, apa lagi menjalankan kewajiban yang semakin banyak.
Orang dengan golongan darah ini memang sedikit kurang beruntung di Jepang karena dianggap yang paling lemah dan tidak dapat dipercaya. Namun, hal ini tentu sangat kasuistis dan geografis. Hanya saja, dengan memahami karakteristik orang dengan golongan darah ini, banyak hal yang dapat dilakukan untuk tidak menuai kekecewaan nantinya di kemudian hari jika ternyata karakter itu benar adanya. Dan bagi mereka dengan golongan darah AB tentu dapat melakukan introspeksi diri untuk memperbaiki hal-hal negatif yang benar sesuai dengan penjelasan di atas.


4. Karakter Orang Bergolongan Darah A
Orang dengan golongan darah A memiliki kekuatan karakter yang mengakar kuat yang akan membantu mereka untuk tetap tenang dalam krisis ketika semua orang panik menghadapi situasi serupa. Mereka cenderung menghindari konfrontasi, dan sesungguhnya kurang nyaman berada di antara orang banyak. Mereka biasanya pemalu dan terkadang suka mengasingkan diri. Mereka mencari keharmonisan dan sangat sopan, tetapi mereka sebenarnya tidak pernah benar-benar cocok dengan orang lain. Mereka sangat bertanggung jawab. Jika ada pekerjaan yang harus diselesaikan, mereka lebih suka mengerjakannya sendiri. Orang-orang dengan golongan darah ini selalu mengukir sukses dan sangat perfeksionis. Mereka juga sangat kreatif, dan paling artistik di antara semua golongan darah yang ada karena kesensitifan mereka.

Cara Berkomunikasi dengan Orang Bergolongan Darah A
  • Jangan mengangkat topik yang konfrontatif, misalnya, topik kontroversial karena mereka orang yang tidak suka membuat konfrontasi dengan lawan bicara.
  • Gunakan kata-kata yang relatif sopan karena mereka sangat sensitif dan terkadang konservatif sehingga kata-kata yang tidak sesuai dengan standar kesopanan minimal akan dapat menyinggung mereka.
  • Jika menjawab usahakan dengan lengkap dan bermakna karena mereka adalah orang yang sangat sempurna dan kurang menyukai hal yang setengah-setengah.
  • Mintalah pandangan dan pendapat mereka karena mereka sangat kreatif untuk hal ini dan dengarkan dengan saksama ketika mereka menjelaskan.
  • Jangan melebihi mereka saat menyampaikan sesuatu. Artinya, jangan sampai mereka merasa dilampaui dalam hal kepintaran dan pengalaman, misalnya.
  • Hargai mereka dengan memuji seperlunya karena pujian yang berlebihan akan membuat mereka ragu dengan ketulusan si pemuji.

Sebagai tambahan, orang golongan darah A cenderung menyukai topik-topik yang bernuansa damai dan kooperatif. Mereka tidak menyukai topik yang berkaitan dengan sepak terjang atau kepribadian orang lain yang tidak ada parameter jelasnya. Mereka sangat sensitif, dalam arti setiap kata yang diterima oleh akal sehat mereka akan menjadi tolok ukur mereka terhadap orang yang diajak berkomunikasi. Untuk itu, lebih berhati-hatilah jika berhadapan dengan orang golongan darah A ini karena mereka sesungguhnya adalah pengamat yang luar biasa!

Mama dan Akhlak - Senyum :)


Waaaaaah! Udah lama banget g buka blog ini dan nulis posting baru HAHAHA~
Pastinya banyak banget momen2 yang missed untuk dikenang di blog tercinta ini.

Banyak kejadian yang mewarnai rangkaian cerita nyata dalam alur kehidupan gue.
Kali ini tangan gue gatel banget buat 'mengadu' kepada siapapun yang telah meluangkan waktunya untuk mengklik alamat website ini #apasih

Ibu adalah sosok yang paling ngangenin gue di dunia ini (I mean it! Salah satu alasan gue pulang ke rumah adalah untuk melihat seorang sosok perempuan yang biasa dipanggil mama).

Banyak momen yang mengijinkan gue dan mama untuk saling berbincang membicarakan hal-hal aneh, senang, sedih, mistis, ataupun bersifat kosmos. Berbincang mengenai segala hal yang ujung2nya bakal bermuara pada sebuah kata "akhlak".

Kami hidup dalam situasi yang mengharuskan kami untuk selalu tetap mandiri dan sederhana. Ibaratnya kalau disamakan dengan konsep Kongzi dalam ajarannya, Konfusianisme, kami ingin hidup seperti "Kekayaan dan kehormatan tidak merusak pikiran, kemiskinan tidak menggoyahkan integritas."

Inilah salah satu momen yang masihterekam tak pernah mati dalam pikiran,

Di sebuah malam yang biasanya, gue mulai membuka topik masalah seorang teman yang tampaknya belum bisa untuk gue sadarkan bahwa "Hei, masihkah kau iri denganku" and so on lah.
Bla bla bla, bli bli bli..
Gue ceritain lah semuanya ke beliau (ke blog ini kayaknya g perlu juga hahhaa terlalu private bo' cuss..)

Dan mamapun memberikan saran buat gue,

"Ya udah, urusan dia yang blablabla sama Linda g usah Linda pikirin, biarin nanti juga dia yang capek sendiri karena harus selalu bersikap dingin sama Linda. Mama baru aja tuh nonton acara Mario Teguh, Golden Ways yang katanya belajarlah untuk selalu tersenyum pada orang yang menghujat kita, belajarlah untuk selalu tersenyum pada orang yang membenci kita, belajarlah untuk selalu tersenyum pada orang yang ngomongin kita."

I will do it, Mom :)